Senin, Agustus 02, 2010

...

...

tak ada judul di sajak ini
begitupun jejak pejalan kaki
semua pergi dan berlalu
selayaknya cuaca hari minggu

tuhan sentuh ubun-ubun kepala singa
dan dikandangkannya seekor keledai disana
limbung, linglung, semakin bingung
keledai meringkik singa mengaum

apa tuhan mempermainkan umatnya?
titis mataku ini mencari arti
mungkinkah bumi masih jadi pijakan pasti?
mari berkumandang tegas meyakini semua
bahwa kita tak punya hak akan kendali hidup

(jakarta, 2 Agustus 2010)

1 komentar:

sandra palupi mengatakan...

suka simpulanmu. kita tak punya hak akan kendali hidup...