Bukan Kristen atau Yahudi atau Muslim, bukan Hindu, Budha, sufi, atau zen. Bukan agama atau sistem budaya apa pun. Bukan dari Timur atau Barat, bukan keluar dari samudera atau timbul dari darat, bukan alami atau akhirat, bukan dari unsur-unsur sama sekali. Aku bukan wujud, bukan entitas di dunia ini atau akhirat, bukan dari Adam atau Hawa atau cerita asal-usul mana pun. Tempatku adalah Tanpa-Tempat, jejak dari yang Tanpa-Jejak. Bukan raga maupun jiwa.

Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Juli 16, 2011

KEHILANGAN

KEHILANGAN

tadi malam buaian ku serasa berguncang
lega, menyenangkan, bergoyang-goyang pelan
seakan berangkatkan aku ke dunia barzah
ku temui semua penghuni langit
saling sapa, saling tanya
berjabat-jabat mesra, berpeluk-peluk erat
dan pada akhirnya semua menghilang
begitupun guncangan itu

siang ini buaianku kembali berguncang
kali ini bergoyang-goyang dahsyat
aku diperlihatkan lebam kelopak mata
yang nyaris berbau busuk
terlalu banyak teriakan bising
riuh bahkan terlalu riuh
hingar-bingar sorak-sorai
hingga tangis keluh
tiba-tiba guncangan terhenti

dan saat ini hari perlahan mendung
kelambu awan kian pekat
karna semangat moral hampir padam
mungkinkah ini perkara dua warna tegar
pekat menyala bersimbah tanya
apa aku ini?
siapa aku ini?
dan anda?
aku tak kenal anda.


(jakarta, 16 juli 2010)

Minggu, Maret 20, 2011

KEMBALI

KEMBALI

ingin kumulai lagi langkahku
susuri jalanan yang dulu
jalanan yang sama
jalanan bentukan sampah-sampah
jalanan penuh gelak riang

aku telah kembali!

apa yang terjadi!
disini.
ditempat ini.
tempat yang sama kala itu.
tak ku temukan lagi kesunyian dulu.
kesunyian penuh ketegangan.
kesunyian sarat pergulatan.

hmm... mungkin dewa sunyi sudah mati.
hingga singgasananya runtuh.

dan kini.
tatapan malam semakin jauh
terus mengelak diajak bicara.
bebunyian tak lagi sama
sepoian angin tak lagi menyejukan
bahkan lampu redup pun menjadi asing.

apakah semuanya berubah?
apakah semuanya berpindah?
apakah semuanya tak mengenaliku?

tuhan!
biarkanlah aku menolak perubahan
karna perubahan akan membunuhku.

aku telah kembali!
ingin ku susuri lagi jalananku
jalananku yang dulu.

(palembang, 12-03-2011)

Kamis, Februari 03, 2011

SETENGAH TIANG

SETENGAH TIANG

berkibarlah bendera putih
berkibar, mengibar, mengglepar
hantu-hantu masa silam tak tergoda
karna angin pemberontakan terus menghembus
menghembus, berhembus, terendus
tak kurang lagi kata-kata lemah
mengumandanglah ucap kekalahan
:menyerah, terserah, parah.

(jakarta, 03-02-2011)

Rabu, Februari 02, 2011

SAJAK DAYU

sajak dayu

malam ketiga pembebasan bersyarat
merunut lagi tatacara kata
yang dulu sempat gegap gempita
mendayu-dayu tersedu-sedu

kali ini bulan tak penuh sempurna
tapi tak urungkan letupan pembebasan
meruang ganda diantara ubun-ubun dan kulit kepala
mengganda terus mengganda, tak terhingga

gulita langit tak lagi beraroma
mungkin langit sudah bosan berendus
menarik-narik kawanan pencintanya
yang semakin hari semakin terlena

hampar menghampar lah bumi
membentang lah keindahan semesta
mari. mari.
marilah menari
panggung ini sudah menjadi lebar.

(jakarta, 02 februari 2011)

Minggu, Desember 12, 2010

MALAM

MALAM

aku melihat malam
malam yang bukan malamku
disana
seekor gagak pekat
sedang asik mematuk rembulan
rembulan meringis
mentari tak pernah menangis
ini langit kita bagi
saling tebar dian redup
saling bakar semangat hidup
ya
kali ini aku melihat malam
malam yang bukan malamku
bersama candu bianglala


(jakarta, 12 desember 2010)

Jumat, September 24, 2010

YANG KINI DI SAAT INI

YANG KINI DI SAAT INI

ketika malam tertidur dengan pulasnya
aku berjalan menyusuri tubuhmu
aku mulai menjamahi kuku kuku jemarimu
lentik mungil namun kumal

engkau tergelitik

di saat aku menyentuh telapak kakimu
entah desahan ataukah decakan
yang terlontar dari bibirmu

ya ya ya jelas lah sudah

kau tak pernah mau berbagi mimpi bersamaku

(jakarta, 24 september 2010)

Selasa, September 07, 2010

36 menit

36 menit

cukup tiga puluh enam menit
pertapaan ini
walhasil
segala praduga
bahkan prakira
harus musnah
musnah
tanpa harap
karna mengharap
adalah musnah

sedikit kata
sedikit bicara
laku wibawa
sikap karisma
terjelas sudah
pamrih dianggap
bersyukur papa

bilamana tersadar
sejenak saja
maka
tumpaslah
segala marabahaya
namunnyana
kali ini
buaian mimpi
tak temu cita

apa terjadi
sumpah serapah
hujat raga
hina lagak
serta
mengada-ada

mari
kemarilah
usap kepala ini
tanpa sela
agar kita tau
ya
agar kita tau
bayang-bayang
masa silam
sekadar sejarah

(langsat 7 september 2010)

Jumat, Agustus 27, 2010

Minggu, Agustus 22, 2010

BALADA PAK SARJIO

BALADA PAK SARJIO

pak sarjio pak sarjio
hadirmu di malam buta
meski kaki tak beralas
kau tetap tersenyum sumringah
gerobak butut sumber hidup
senantiasa bergembira dibelakangmu
sesekali ia berdenyit cekikikan
karna roda hitam tumpuannya
hampir lima tahun tidak berganti

pak sarjio pak sarjio
malam ini putri mungilmu menemani
shakila namanya
usianya belum genap lima belas
tapi kau beri ia sebatang djarum super
"supaya jadi super layaknya jarum" katamu

hei... ini gerobak ku
iya gerobak mungil ini
bapak buatkan khusus untukku tadi pagi
shakila perkenalkan kekasih barunya padaku

pak sarjio pak sarjio
malam ini malam kesepuluh bulan puasa
kau lukai seisi jakarta dengan senyummu
dan lenggak lenggok si mungil shakila
tak ubahnya semangat tanpa batas
dan sesekali kakimu kau pijit
sebagai bukti usiamu tak muda lagi

kau ketuk tiap kendaraan yang melintas
tanpa kau sentuh jendelanya
anggukan kepala tanda peduli sesama
sekalipun nyamuk ganas kota jakarta
tetap kau jamu dengan senyum

pak sarjio pak sarjio
putrimu mulai mengantuk
kau ikatkan gerobak mungilnya
persis dibelakang gerobakmu
dan shakila meringkuk didalamnya

akan ku tarik bebanmu nak
malam ini masih sahabat kita
aku cinta hidup ini
hidup yang penuh semangat
hidup yang penuh aroma
hidup yang penuh perjuangan
dan yang pasti
aku cinta hidup mu

pak sarjio pak sarjio
letupan petasan memaksamu pulang
kerumah-rumahan yang kau cipta
dipelipir jalur perlintasan ular besi
hmm.... rumahku surgaku

(jakarta, 20 agustus 2010)

Selasa, Agustus 17, 2010

TAK BERTUAN

TAK BERTUAN

ini baru saja terjadi
tetapak sepatu masih menempel
pekat di lantai yang basah
konon ini sepatu tak bertuan

sepasang kaos kaki menari nari
memecah sunyi dilantai yang basah
terpeleset tersandung hingga terpelanting
pun ini tak bertuan

ceplak ceplok lelangkah sepasang sandal
berbahan karet kenyal berwarna pelangi
kali ini selip di lantai yang basah
kita akui ini tak bertuan

seklebat sapuan kain pel melenyapkan
mas yanto hadir dengan gagah
bersihkan segala yang menempel
di lantai yang masih basah
mas yanto juga tak bertuan

(jakarta, 17 agustus 2010)

Senin, Agustus 02, 2010

...

...

tak ada judul di sajak ini
begitupun jejak pejalan kaki
semua pergi dan berlalu
selayaknya cuaca hari minggu

tuhan sentuh ubun-ubun kepala singa
dan dikandangkannya seekor keledai disana
limbung, linglung, semakin bingung
keledai meringkik singa mengaum

apa tuhan mempermainkan umatnya?
titis mataku ini mencari arti
mungkinkah bumi masih jadi pijakan pasti?
mari berkumandang tegas meyakini semua
bahwa kita tak punya hak akan kendali hidup

(jakarta, 2 Agustus 2010)

APA

APA

tak mengerti apa yang dibenakku kala itu
aromamu masih tertinggal
masuk ke dalam tas merah ini
aku tak butuh peluk
pun aku tak butuh lenguhan kecil dari bibirmu
karna memang aku tak butuh apa-apa darimu
kali ini perjalanan hanya sebentar
sedari dulu menanti sudah tak ada arti lagi

sambangi aku lewat sajakmu
penuhi aku tanpa ragamu
tapi mengapa ini terjadi lagi
tak ada sambut sapa di telinga kiri?
mulutmu terantai kaku
kaki mu terbelenggu ragu
tanganmu tetap membatu
mungkinkah ini adalah makna menjamu
ya.. aku tak berada di kota kecilku
meski membusuk ini cuma palsu

kita pernah tahu dalam satu kata
ada ruh yang bersemayam disana
anggap saja semua adalah maya
yang nyata hanya pandangan mata
bulat menghitam putih melipir
semoga saja kata tak mendendam

bahasa apa ini?
bau tanah apa ini?
tak perlu kasihani?
aku tak hadir di jalan sepi
biarkan aku lewat
kakiku tak mau rapuh

(jogja, 1 Agustus 2010)

KAWAN

KAWAN

ku sapa kau sebagai kawan
karna tak ada pamrih dibalik kata itu
mari peluk aku lepaskan segala gundah
semua yang kau pikul tak membunuhmu
aku bangga melihatmu
kau lengkapi hidupmu dengan perhiasan dunia
perempuan tabah dan anak yang manja
kau berkeluh akan tak tega
dan lihat lah
ayah bundamu tak menuntut apa-apa

ku sapa kau sebagai kawan
kata indah sarat makna
sembilan tahun lamanya kita tak bersua
hanya sapa tanpa suara
dugaku dugamu
ternyata begitu mempesona
sangat berbeda berlainan arah
lalu aku datang kepadamu

ku sapa kau sebagai kawan
keyakinan bukan hambatan akan rasa
kau ingatkan akan kehidupan
aku terima semua bala upaya
tapi tanganku tak mampu menjamah ranahmu
kau biarkan hidup terus menghimpit citamu
kita masih sama tak ada yang berubah
curahkan semua kepadaku
karna ku sapa kau sebagai kawan

(jetis, 1 agustus 2010)

GADIS KECIL BERBAJU MERAHMUDA

GADIS KECIL BERBAJU MERAHMUDA

sedikit ku bagi cerita kepadamu
tentang gadis kecil berbaju merahmuda
pulas tidurnya dipangkuan bunda
tak sedikitpun dosa menggelayuti
laju perjalanan bukan soal baginya
karna hidup ini adalah ayah bunda tercinta
jam lima pagi ia terjaga tiba-tiba
dipandanginya berpuluhpuluh pasang mata

"hhmmm.... dunia masih ramai" gumamnya
tak ada sapa tutur dimulut yang mungil
cuma pandangan
ya cuma pandangan
tak lebih bahkan tak juga kurang

hooaawww...
lenguhan itu terdengar
lagi lagi ia menggosok gosok keduamatanya
kantuknya kembali mencekam
naluri sang bunda menawarkan pangkuan
ia melanjutkan perjalanan mimpinya

gadis kecil berbaju merahmuda
semoga kau tau apa arti dunia nyata.

(KA Progo, 31 juli 2010)

Jumat, Juli 23, 2010

ADIK KECILKU MERANJAK REMAJA

ADIK KECILKU MERANJAK REMAJA
--untuk adik-adik ku


mentari tampil di subuh ini
dedaunan masih basah berselimut embun
terdengar riuh kaki kaki rezeki
menelusup masuk disela jejarian

adik kecilku meranjak remaja
dan ceria senantiasa menempel diwajahnya
senyuman tanda kebahagiaan
senyuman bukti keriangan
senyuman penuh keikhlasan

aku terkenang dimasa itu
dimana kau ditimang dengan gempita
kasih sayang tercurah tumpah kepadamu
tak ada keluh yang berarti
karna kau anugrah di rumah kita

adik kecilku meranjak remaja
menapaki dunia lewat jendela
kau pandang langit membiru
kau sentuh embun dedaunan
kau berani tebarkan tanya

aku tersudut dikamar mandi
menyaksikan kehidupan menamparmu
tuntutan bersarang dikepala
pundak tak lepas dari pikulan
tak apalah jalanmu masih panjang

adik kecilku meranjak remaja
penuh celoteh akan tanya
mengapa kita bukan orang kaya
mengapa mereka bisa jadi raja
mengapa ia ada di dunia

aku kembali ke perenunganku
terawang angan bukan punyaku
tak ada sesal atas pemberi nyawa
meski hati membengkak menahan rasa
karna hidup ini hanya pinjaman

adik kecilku meranjak remaja
kenali dunia dengan kakinya

(jakarta, 23 juli 2010)


Minggu, Juli 18, 2010

CERITA HARI INI

CERITA HARI INI (LAGI)

setelah semua berlalu
ia pun hadir ke ruang ku

ya
kini kau yang kedua
kau urai sajak dengan gelak
kau seret aksara penuh aroma
dan sukma ku menyala

gerimis menggelayuti siang
tanpa muka tanpa raga
aku datang menghampirimu
aku jinjing keranjang malu
sebut sebut satu nama
ia gadis disamping selat
akan ragu tak terhantar

diiring alunan air hujan
aku terbius seperti sediakala
seketika kita tukar kata
alpha beta charlie delta
alif ba ta tsa
kita kebingungan akan sejarah
titik koma titik koma
tak ada pakaian yang ku kenakan

tangkupan dua koma telah terpecah
semoga kau ceria

lalu
cerita apa ini?
kau yang kedua
kau tak berbeda
sadarku membentakku

(jakarta, 18 juli 2010)

Sabtu, Juli 17, 2010

SYAIR PERSEKONGKOLAN

SYAIR PERSEKONGKOLAN

tidak kah kalian tau apa itu persekongkolan
ya persekongkolan adalah rahasia kita
mekanisme yang sangat fleksibel
sebar pamplet wangi penuh ajakan
bakar semua yang tak layak
tidak kah kalian tau persekongkolan itu dosa
lalu? apakah persekongkolan atas nama tuhan
itu dibenarkan?
bagi kami hidup hanya sekali mati pun sekali
persekongkolan wajib dibantai sampai ke akarnya
sekarang aku bersekongkol bersama syair
untuk hancurkan persekongkolan
tidak kah kalian tau persekongkolanku ini?

(langsat, 17 juli 2010)


SAJAK KATA

SAJAK KATA

satu kata satu ruh bernyawa
kian sesak menghimpit raga
para dewa malaikat bahkan tuhan
turut serta urun kata
dan kini manusia tak mau kalah
lahirkan jutaan bayi kata
masuk kandang karantina
puja puji seolah memupuk
tapi kau tau yang terjadi saat ini?
setelah hadir didunia
bayi kata tak dapat ASI
tidak diteteki apalagi ditimang
bayi kata mengembara sendiri
raba lembaran putih
realita
nyata
buaian hanyalah buaian
karna kata telah porak poranda
hancur lebur
kini bunda kata telah pergi
mengumbar lagi kata-kata baru
berselubung kata syukur

(langsat, 17 juli 2010


Selasa, Juli 13, 2010

SAHABAT

SAHABAT
--untuk suryadi

ini kata itu rasa
akal membatu jiwa membeku
katakan: LA untuk tidak
biarkan ini hidup milikNya

ini tembakau dan itu abu
mari berpadu melepas rindu
kau jauh dengan citamu
aku merindu tetap menggagu

disaat ini disaat itu
kita berlalu berharap temu
engkau semerbak aku terbahak
inilah kita sahabat kelak

(jakarta, 13 juli 2010)

Sabtu, Juli 03, 2010

PENGHAMBA

ini sungai sudah mengalir
sampah tinja mayat manusia
terapung tenang penuhi jiwa
sampan bobrok tertambat kaku
kian detik bocor kian bertambah
air surut lumpur pasang
genangan hitam aliran terhenti
celah bocor menganga lebar
ini sungai sudah mengalir
sampah tinja mayat manusia
hanya hamba hanyut didalamnya


(jakarta, 03 Juli 2010)