Bukan Kristen atau Yahudi atau Muslim, bukan Hindu, Budha, sufi, atau zen. Bukan agama atau sistem budaya apa pun. Bukan dari Timur atau Barat, bukan keluar dari samudera atau timbul dari darat, bukan alami atau akhirat, bukan dari unsur-unsur sama sekali. Aku bukan wujud, bukan entitas di dunia ini atau akhirat, bukan dari Adam atau Hawa atau cerita asal-usul mana pun. Tempatku adalah Tanpa-Tempat, jejak dari yang Tanpa-Jejak. Bukan raga maupun jiwa.

Kamis, April 10, 2008

AYO KAWAN


AYO KAWAN

mereka mengeluh persoalan perut
sama, aku pun demikian
tau akan perihnya lapar
begitu juga dia

tapi bukan dengan cara diam
bersembunyi diantara ketiak kawan
majulah beriringan, biar engkau tahu
apa itu berjuang, kawan
pun biar dia tau apa itu perjuangan

kita menarik hak kita
bukan mencuri hak kita
kita hanya mempertahankan lumbung kita
bukannya ingin membakar ladang kita

aku yakin dia tahu apa yang kita ingin
hanya saja telinganya sudah tebal
dibisiki setan-setan penjilat pantat
tak ada kata yang bisa ia dengar, sepertinya

ayolah....
aku bukan ingin mempengaruhi mu
aku hanya ingin memperlihatkan apa itu hak
aku pun ingin mempertontonkan pengambilalihan hak kita
mana sambutan mu, kawan?

bagaimana aku bisa menuntut
kalau aku harus mencari tahu sendiri
bercerai berai, bergerak sendiri-sendiri
tak ada rasa persatuan satu sama lain

aku belum layak mati anjing, kawan
biarkan aku beri pelajaran kepadanya
tapi aku butuh dukungan mu, kawan
mari kita tantang resiko itu bersama

(jakarta, 10 april 2008)

Kamis, April 03, 2008

KODRATMU BUNDA


KODRATMU BUNDA?


bunda...
apa yang kau cari bunda?
tak cukupkah semua yang kau terima
biarlah aku urus semuanya
tak perlu kau bertangis peluh seperti itu
kodratmu cukup dicinta dan disayangi saja
bukan disetubuhi cemeti panas itu
berikanlah tuntutan itu padaku
sudah, jangan lagi kau ucapkan sendiri
sangat hina rasanya
kata-kata itu keluar dari mulut manismu
apakah aku tak layak menyuarakannya?
hingga kau harus berkoar sendiri?
cukuplah sudah kau permalukan aku
jangan kau tambah lagi rasa malu ku bunda
aku tak tahu apa suami mu dibalik semua ini
bersemedi dibalik cadar dan abayamu
kembalilah bunda
sayangilah aku bunda
aku butuh belaian halusmu
bunda.....

(jakarta, 03 maret 2008)